Itulah kenyataan di sekolah-sekolah kita. Logika matematika menjadi tidak logis bagi anak-anak kita. Memang logika matematika tidak 100% sama persis dengan logika umum sehari-hari.
“Jika setiap manusia memiliki 3 mata maka 4 + 5 = 10.”
Benar atau salahkah pernyataan di atas?
Logika matematika menyatakan bahwa pernyataan di atas adalah BENAR.
Tetapi logika umum, secara intuitif, kita cenderung menilai pernyataan di atas adalah SALAH.
Jadi, bagaimana?
Paman APIQ menyarankan agar kita menghindari contoh-contoh logika seperti di atas pada awal belajar logika. Karena itu kita perlu hati-hati dalam memilih contoh. Tujuan kita adalah melatih anak-anak paham logika matematika. Setelah anak-anak paham kita dapat memberi tantangan yang lebih rumit.
“Jika adik jujur maka jadi orang baik.”
Pernyataan di atas bernilai BENAR secara intuitif. Logika matematika juga dapat menilai BENAR pernyataan di atas. Karena itu pernyataan di atas dapat kita jadikan awal penyelidikan konsep logika implikasi dalam matematika.
Meski pun contoh pernyataan di atas masih mengandung beberapa ambiguitas tetapi masih dapat kita maklumi.
Berikutnya, pemilihan istilah logika menjadi penting. Misalnya buku-buku matematika sering menggunakan istilah konjungsi dan disjungsi. Apa maksudnya?
Tidak mudah bukan?
Paman APIQ lebih menyarankan agar kita menggunakan istilah AND dan OR. Penggunakan istilah DAN juga boleh. Hanya saja istilah DAN atau ATAU kadang rancu dengan ungkapa sehari-hari. Sedangkan ungkan AND atau OR lebih aman dari tercampurnya dengan istilah sehari-hari.
“Jika x^2 = 9 maka x = 3.”
“Jika x = 3 maka x^2 = 9.”
Bagaimana menurut Anda?
good luck…
| http://apiqquantum.com |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar