Selasa, 28 Agustus 2012

Matematika, Ilmu Pasti, Deteministik, dan Pemahaman


Sering kali kita menyebut Matematikan sebagai Ilmu Pasti. Namun sejatinya apa sih yang dimaksud Pasti dalam Matematika. Nah dalam tulisan ini saya ingin memahami kepastian matematika secara singkat.
Matematika dibangun dari satu atau lebih premis dan satu atau lebih aturan. Darimana aturan atau premis itu? TIdak ada jawaban atau penjelasan yang “pasti”. Premis dan aturan matematikan adalah aksioma. Ia diterima begitu adanya, Ia mirip sebuah dogma. Nah jelas dogma itu bukanlah sebuah KEPASTIAN. Lalu, dari mana dan mengapa kita menyebut Matematika itu ilmu Pasti.
Jawabannya. Kepastian matematika itu pada “prosesnya”. Matematika akan selalu mengikuti premis dan aturan yang berlaku atau yang telah ditetapkan. Dengan demikian ia tidak memiliki kehendak bebas. Matematika adalah deterministik. 1 tidak bisa berubah menjadi 2 tanpa adanya sebuah “aksi” matematika. 1 akan tetap jadi 1 selamanya. Tidak ada kemunculan dari ketiadaan. 1 bukan berasal dari 0. 1 adalah 1. 0 menjadi 1 hanya dan hanya jika dia dilakukan sebuah “aksi” deterministik khas “matematik.
Artinya adalah segala sesuatu yang berkelindan di matematik harus dikembalikan ke dalam sebuah pemahaman dasar atas keberadaannya (ke premis dan aturan). Jika dalam sebuah proses matematik dia telah melenceng tidak sama dengan konsep dasarnya, maka matematik yang dikembangkan adalah salah. 1+1= 2 tidak yang lainnya. 1 premis dan aturan penjumlahan telah menjadikan 1+1 sama dengan 2. Bukan 3 atau 4. Inilah Kepastian Matematika. Matematika itu Pasti dalam Proses dan bergantung mutlak pada premis dan aturan dasar aka aksioma aksimanya. Tidak ada KEHENDAK BEBAS!
Sekedar Memahami

 http://haqiqie.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar